Beda Polisi dan Jakmania Soal Pemicu Pemukulan Anak Menpora





Jakarta
Anak Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi jadi korban pemukulan saat laga Persija Vs Persebaya di PTIK, Jakarta Selatan. Polisi dan Jakmania beda keterangan soal pemicu pemukulan itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Michael mengatakan kejadian itu dipicu karena ada teriakan ‘gol’ saat Persebaya mencetak gol ke gawang Persija.

“Pas Persebaya cetak gol, si korban teriak ‘gooll..goolll,” kata Stefanus saat dihubungi detikcom, Minggu (1/7/2018).



Hal itu rupanya membuat para suporter Jakmania memanas. Hingga akhirnya ada yang tersulut dan melakukan pemukulan.

“Di tribun itu kan penuh dengan Jakmania, karena itu tibun Jakmania,” katanya.

Sekjen Jakmania Dicky Soemarno juga bicara soal pemicu kejadian itu. Dia menyebut ada provokasi.

“Pemicunya memang ada provokasi, tapi bukan dari tempat pihaknya anak Menpora,” kata Dicky saat dihubungi detikcom.

Dicky memang saat itu ada di tribun, sehingga mengetahui rangkaian peristiwa itu secara utuh. Kembali ke soal pemicu, disebut Dicky, provokasi itu datang dari tribun sebelah kanan.

“Ada provokasi dari sebelah kanan tribun yang memang ketika Persebaya gol berdiri angkat-angkat syal seolah menantang, sehingga situasi jadi panas,” ujarnya.

Dicky tidak mengetahui bahwa korban pemukulan adalah anak Menpora. Sebab, menurutnya, seharusnya level menteri ada di bagian VIP.

Peristiwa pemukulan anak Nahrawi ini terekam video dan tersebar di media sosial. Dicky mengatakan video itu tidak memberikan penggambaran secara utuh sehingga terkesan memojokkan Jakmania.

“Intinya banyak hal yang terjadi dilihat hanya setengah-setengah. Jadi kalau kita melihat harus secara utuh lah,” ucapnya.

(idh/idh)



Comments
Loading...