Red Hat Partner Conference 2018 Unjuk Gigi Adopsi Teknologi OpenShift

Liputan6.com, Nusa Dua – Perusahaan penyedia solusi open source, Red Hat, menggelar ajang pertemuan dengan mitranya, Red Hat Conference 2018.

Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari Rabu (11/7/2018) hingga Jumat (13/7/2018) di Nusa Dua, Bali.

Untuk diketahui, peran Red Hat di ranah teknologi solusi cukup terbilang penting. Apalagi, perusahaan yang identik dengan logo topi merah itu begitu getol dengan solusi open source untuk membantu perusahaan di seluruh dunia bertransformasi secara digital, agar mereka bisa berinovasi lebih baik lagi.

Kali ini, perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut membawa tema “Stronger Together” dengan misi memperkuat bantuan kepada mitranya untuk memodernisasi aplikasi-aplikasi dan software yang mereka miliki. 

Adapun alasan Red Hat mengadakan inisiasi ini tak lain karena juga ingin menekankan kalau solusi open source itu merupakan solusi lower cost dan tentunya memudahkan perusahaan.

Salah satu hal baru yang menjadi highlight utama Red Hat Partner Conference 2018 adalah platform Red Hat bernama “OpenShift Container Platform”.

Platform ini ditujukan khusus bagi mitra Independent Software Vendor (ISV) yang berada di wilayah Asia Pasifik. 

Direktur ISV Red Hat Balaji Swamy, berkata kalau bisnis di Asia Pasifik kian meningkat mengingat platform container seperti Red Hat OpenShift bisa membantu perusahaan untuk mempercepat kinerja dan inovasi untuk bisa bersaing dalam hal kemapanan solusi teknologi.

“Dengan OpenShift, pelanggan bisa menikmati lingkungan (teknologi) konsisten lewat organisasi mereka, mulai dari pengembangan hingga produksi, tentunya dengan pemahaman akan peningkatan kemampuan keamanan yang terintegrasi dengan siklus aplikasi secara keseluruhan,” ujar Swamy di sesi keynotes Red Hat Partner Conference 2018 yang dihelat di Westin Hotel, Nusa Dua, Bali.

Comments
Loading...