Uber Pecat 100 Operator Mobil Otonom

JakartaUber mengambil keputusan dengan merumahkan alias mem-PHK sebanyak 100 pegawai pada program mobil otonom miliknya di Pittsburgh dan San Francisco, Amerika Serikat. PHK karyawan ini merupakan rentetan dari kasus kecelakaan yang melibatkan mobil otonom beberapa waktu lalu.

Dikutip detikINET dari Cnet, Kamis, (12/7/2018) Uber mengadakan rapat di mana perusahaan itu mengumumkan kepada 100 karyawan mereka bahwa mereka akan dirumahkan.

Kendati telah mem-PHK sejumlah karyawannya, Uber berencana akan memperkerjakan karyawan baru dengan keterampilan yang lebih maju yang mereka namai “mission specialist“. Nantinya, para karyawan itu akan bertugas membantu mengembangkan mobil-mobil otonom dengan cara memberikan feedback tambahan kepada para developer Uber.


Sementara itu, Uber menyebutkan bahwa karyawan yang telah dirumahkan dapat mendaftar kembali untuk bergabung dengan “mission specialist” dan akan diprioritaskan.

Walaupun saat ini, operasi mobil otonom ditarik, perusahaan yang asal San Francisco itu mengungkapkan kalau Uber tetap berkomitmen terus mengembangkan teknologi mobil otonom, tentunya yang aman. Disebutkan Uber juga kendaraan tanpa sopir ini akan kembali turun ke jalanan pada bulan-bulan mendatang.

Sebelumnya, Uber telah merumahkan 300 karyawan pada Mei kemarin dengan menutup operasi mobil otonom mereka yang berada di Arizona. Hal itu terjadi pasca kecelakaan fatal yang menewaskan seorang pejalan kaki akibat mobil otonomi kepunyaan Uber.

Menurut para ahli, penabrakan itu sebenarnya dapat dihindari. Sebagai respon dari kecelakaan tersebut, Uber untuk sementara ini menangguhkan operasinya di Amerika yang ditandai dengan penarikan mobil-mobil otonom di daerah San Francisco, Toronto, Tempe, dan Pittsburgh. (agt/rns)


Comments
Loading...