Xiaomi Luncurkan Mi Credit di Indonesia

Popularitas Xiaomi di kalangan penggemar juga diiringi oleh kesuksesan finansial mereka yang meroket.

Xiaomi berencana untuk melepas saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat. Dalam aksi korporasi ini, Xiaomi berpotensi menjadi pembuat ponsel paling mahal di dunia.

Mengutip Bloomberg, rencana Xiaomi untuk melantai di bursa Hong Kong sedikit tertunda karena adanya perbedaan valuasi antara perusahaan dengan otoritas bursa. Meski begitu, perusahaan masih tetap akan melaksanakan IPO tersebut dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh Bloomberg dari orang yang terlibat dalam IPO tersebut, Xiaomi mematok Price To Earning Ratio (PE) mencapai 51,3 kali. Jika hal ini benar maka akan menjadi IPO vendor peralatan komunikasi global tertinggi di dunia.

Xiaomi memang mencoba untuk mencapai valuasi saham lebih tinggi dari Apple Inc. Bahkan, valuasi tersebut juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan perusahaan premium Tiongkok lain seperti Tencent Holdings Ltd dan Alibaba Group Holding Ltd.

Bank yang mengatur IPO Xiaomi menyatakan, perusahaan mengalami pertumbuhan yang cepat diawali dari ponsel pintar yang kemudian merambah ke barang-barang pendukung smart home dan layanan internet. Perusahaan mampu mengumpulkan keuntungan yang besar.

Analis dari Morgan Stanley, yang merupakan salah satu penjamin IPO berpendapat, saham perusahaan sudah tentu akan menguntungkan bagi investor karena memiliki fundamental yang bagus.

Reporter: Fauzan Jamaludin

Sumber: Merdeka.com

(Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Unboxing Xiaomi Redmi Note 5A

Comments
Loading...